↓СМОТРИТЕ ВИДЕО ↓ НА ЭТОМ САЙТЕ ↓БЕСПЛАТНО ↓



best action movie | best korean movie | Indonesian subtitles | Crime | Mystery | Thriller

Воспроизведение вашего видео начнется через 40

↓СМОТРИТЕ ВИДЕО ↓ НА ЭТОМ САЙТЕ ↓БЕСПЛАТНО ↓



3 Просмотры

SALAM HORMAT... Industri perfilman Korea mungkin belum banyak diwarnai dengan tema disaster movie. Budget yang mahal sepertinya menjadi alasan utama r...

Дата загрузки:2020-06-18T23:20:11+0300

↓СМОТРИТЕ ВИДЕО ↓ НА ЭТОМ САЙТЕ ↓БЕСПЛАТНО ↓



Издатель
SALAM HORMAT...

Industri perfilman Korea mungkin belum banyak diwarnai dengan tema disaster movie. Budget yang mahal sepertinya menjadi alasan utama rumah produksi film korea lebih memilih membuat extremely depressing atau tearjerking movie. Dari yang sedikit disaster movie, Haeundae (해은 대) dan the tower (타워) adalah diantaranya. Tidal wave, nama rilis Haeundae di Amerika, lebih dulu muncul mengangkat bencana Mega Tsunami. Lima tahun setelah bencana tsunami Asia Tenggara, tidal wave sebenarnya mempunyai kisah dan alur cerita yang bagus serta artis beken korea seperti Ha Ji-won dan Sol Kyung-gu. Namun, teknologi perfilman Korea saat itu nampaknya masih sangat tertinggal dibanding Hollywood, dan belum dapat memuaskan penonton karena efeknya yang kurang baik. Tiga tahun setelahnya, Sol Kyung Gu kembali menjadi lead role pada disaster movie yang saya sebutkan lainnya, The Tower.

Plot

The Tower disutradai oleh Kim Ji-hoon dan rilis di Korea pada Natal 2012, setelah sang sutradara menghabiskan 2 tahun bergelut dengan CGI untuk dapat membuat film yang memuaskan penonton dengan special effectnya. Sesuai judulnya, film ini berlatarkan sebuah gedung pencakar langit setinggi 108 lantai di Seoul. The Tower bercerita tentang sebuah pesta pada malam natal di gedung tower sky yang dihadiri oleh orang kaya dan para pejabat. Malapetaka bermula saat helikopter yang sedang menaburkan salju buatan terjatuh dan menabrak gedung sehingga menimbulkan kebakaran hebat pada lantai dimana pesta berlangsung. Lee Dae-ho (Kim Sang-kyung), seorang single parent, adalah maintenance manager di tower sky yang merasa bertanggung jawab atas kejadian ini. Selain menyelamatkan koleganya, dalam dalam cerita ini dikisahkan ia berusaha menyelamatkan anaknya Ha-na dan pujaan hatinya Seo Yoon-hee (Son Ye-jin) dari kebakaran. Disamping kisah calon keluarga yang menyelamatkan diri, ada juga kisah tentang Kang Young-ki (Seol Kyong-gu), seorang komandan pemadam kebakaran bersama timya yang berusaha meredakan api dan mengevakuasi korban. Dua orang lead actor mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan dua hal pula, keluarga dan kemanusiaan.

Review

Jika anda menginginkan film dengan special effect yang bagus, the tower adalah jawabannya. Skala tsunami yang terlalu besar pada Haeundae, tidak dapat diimbangi dengan grafik yang bagus sehingga hasilnya tidak terlalu memuaskan. Namun the tower berbeda. Perjuangan para firefighter melawan api terasa begitu nyata. Efek-efek hembusan api dan gelombang air disajikan dengan suara yang bagus pula. Tak heran sang sutradara, setelah dianggap tidak berhasil dengan film sector 7, menuai pujian dari film ini. Penjualan tiket the tower di teater mencapai 431.759 pada hari pembukaan (kedua tertinggi di Korea setelah the thieves) dan mencapai 5 juta pada 22 Januari, menghantarkan the tower menjadi film korea pertama yang mencapainya.

Keberagaman karakter dan konflik menjadi ciri khas dalam disaster movie. Tak terkecuali the tower, satu jam pertama diceritakan tentang sifat-sifat dari berbagai karakter. Satu jam pertama ini the tower mengangkat masalah-masalah setiap karakter. Tak kurang dari 5 konflik sukses dibawakan dengan simple sehingga penonton mudah mengerti. Namun salah satu kekurangan yang saya rasakan dalam cerita ini adalah dari segi alur. Alur maju yang monoton membuat jalan cerita mudah untuk ditebak. Beberapa masalah yang diangkat pada awal cerita terlalu clear sehingga kita bisa menebak-nebak, siapa yang akhirnya hidup dan siapa yang mati. Tapi pada akhirnya, peran yang baik dari cast terlibat membuat penonton cukup menikmati film berdurasi 121 menit. Sisi thrill mungkin tidak terlalu ditonjolkan dalam the tower. Daripada menimbulkan sensasi dari kengerian dan ketegangan, penonton lebih diajak untuk menikmati efek luar biasa dari alur yang sederhana, bahkan bumbu komedi serta melodrama khas Korea membuat film ini mantap. Sol Kyung-gu, artis senior sarat pengalaman, dan si cantik Son Ye-jin cukup membawa penonton larut dalam film.

Lalu, pesan moral dari film ini bisa dilihat pada firefighter captain besama timnya. Kembali kita diingatkan pada satu pekerjaan yang mungkin di mata banyak orang hanyalah pekerjaan untuk mendapat gaji menghidupi anak istri, namun dibalik itu jiwa kemanusiaan tergambar. Pemadam kebakaran disini menyelamatkan tidak pandang pejabat atau orang miskin.

Semoga kita semua diberi perlindungan kselamatan murah rejeki dan kesehatan... AMIEN...

SELAMAT MENONTON...
Категория
Криминал
Комментариев нет.